kenapa ya selalu malam yang menjadi sarang untuk berduka?
kenapa selalu malam yang dihinggapi rasa bersalah?
kenapa selalu malam yang memakan pikiranku sendiri?
sedih rasanya menjadi yang paling tak tahu diri.
yang paling tidak bersyukur padahal semua sudah terpenuhi,
yang paling jahat padahal sudah dikasihi.
kadang, aku selalu yang paling ingin diperhatikan,
padahal aku sendiri yang tidak bisa menjadi pemerhati.
kadang, aku benci menjadi yang paling sendiri,
padahal aku sendiri tidak bisa menerima kesepian.
pernah tidak berada dititik kamu ingin sekali menjadi egois,
egois yang sepenuhnya? egois...sesekali saja.
sesekali, aku ingin sekali diperhatikan, tanpa ada alasan.
sesekali, aku ingin sekali ditemani, tanpa aku yang mencari.
sesekali, aku ingin sekali dikuatkan, tanpa aku yang harus.
sesekali, aku ingin diberi hadiah, tanpa aku minta.
sesekali, aku ingin diperlakukan baik, tanpa harus melihat siapa aku.
sesekali, aku ingin bisa membanggakan, tanpa lihat hasilnya.
sesekali, aku ingin punya rumah yang tak pergi; yang tak berubah, tanpa lihat kesalahanku.
sesekali, aku ingin dijadikan rumah, menjadi alasan mereka untuk pulang.
sesekali, aku sangat ingin didekap hangat, dan beritahu aku, kalau :
"kamu kenapa? apa kamu baik-baik aja?"
"semua akan baik-baik, jangan nyerah!"
"gakpapa, kamu sudah berusaha yang terbaik"
"terimakasih sudah kuat, aku tahu kamu capek."
sesekali, aku ingin didengar, bukan untuk disalahkan, namun didengar saja. cukup.
dan, sesekali, aku ingin sekali dijadikan yang dicari, bukan yang mencari.
lelah...
apa memang harus aku dan aku?
apa aku tidak pantas merasakan teman sejati?
apa aku tidak begitu layak untuk dikasihi kamu?
lihat aku....
lihat senyumku.
lihat mataku.
aku, lelah.
Komentar
Posting Komentar