terimakasih untuk bait demi bait yang kau tulis,
setidaknya memberi sedikit isyarat bahwa
kau merindu pula.
benar, tidak?
setiap apa yang kau dan aku lakukan, dulu,
tetap teringat jelas di pikiranku.
mana mungkin terlupakan,
jika bersama kau, ku lalui itu
menjadi sebuah perihal terindah
dan termanis,
yang pernah aku rasakan.
dinginmu,
hingga hangatmu,
kecupmu,
lalu iramamu,
senyumu,
setiap tawamu,
dekapmu,
tatap matamu,
jemarimu,
bahkan alismu
hidungmu,
dan kumismu,
leluconmu,
sampai pada wangimu,
semua telah aku rasakan,
dan tetap untukku,
tetap tampak jelas,
sebelum kepahitan melanda.
lalu,
jangankan bertegur sapa
melihat mata, saling adu pandang saja
semua terlihat rumit,
mereka kira aku masih bisa disebut kuat
kalau sudah seperti ini?
tidak,
sama sekali tidak.
aku, rapuh.
benar.
sudah, sudah, sudah.
terlihat lemah, bukan?
kau senang, kan?
selanjutnya,
terimakasih untuk setiap ingatan yang tetap
kau layangkan pada "kita" yang kau ingat.
pernah menyangka tidak, yang awalnya biasa,
menjadi kebiasaan,
a k u, tunggu hadirnya.
warna,
dan rindu.
salah dan pantaskah aku berlakon demikian?
ketika harapan semu,
dengan berharap
kau membalikkan badanmu,
saat bangku yang bersebrangan dariku
kau duduki,
menemuiku,
untuk kembali mengulang tawa,
bersamaku.
sebentar s a j a.
mengagumi,
dari jauh
seraya dalam hati
memberi semangat
dan seujar kalimat
"baik-baik kau, sehat dan terus kuat!"
diselipi rindu akan tatap - seyummu.
risau hati,
menampik kau memang nyatanya pergi
membiarkan punggungmu untuk dilihatkan
semakin jauh,
jauh,
dan hilang,
itulah saat tidak lagi berada disampingmu.
namun,
biarlah, ini hak otak dan hatiku.
kubiarkan mereka menikmatinya
dimana aku semakin menggebu
dalam rindu.
---baiklah, ini jadi penghujung saja di bait pilumu(ku).
yang aku tak perlu tahu itu,
aku ingin berkata:
----SLO,tahun sekarang. 23:08.
tertanda,
pilumu
setidaknya memberi sedikit isyarat bahwa
kau merindu pula.
benar, tidak?
setiap apa yang kau dan aku lakukan, dulu,
tetap teringat jelas di pikiranku.
mana mungkin terlupakan,
jika bersama kau, ku lalui itu
menjadi sebuah perihal terindah
dan termanis,
yang pernah aku rasakan.
dinginmu,
hingga hangatmu,
kecupmu,
lalu iramamu,
senyumu,
setiap tawamu,
dekapmu,
tatap matamu,
jemarimu,
bahkan alismu
hidungmu,
dan kumismu,
leluconmu,
sampai pada wangimu,
semua telah aku rasakan,
dan tetap untukku,
tetap tampak jelas,
sebelum kepahitan melanda.
lalu,
jangankan bertegur sapa
melihat mata, saling adu pandang saja
semua terlihat rumit,
bagai nadi yang saling mendekap,sekarang,
berlaku bagai matahari dan bulan
yang tak saling temu menyisakan rindu.lalu bagaimana?
mereka kira aku masih bisa disebut kuat
kalau sudah seperti ini?
tidak,
sama sekali tidak.
aku, rapuh.
benar.
sudah, sudah, sudah.
terlihat lemah, bukan?
kau senang, kan?
selanjutnya,
terimakasih untuk setiap ingatan yang tetap
kau layangkan pada "kita" yang kau ingat.
pernah menyangka tidak, yang awalnya biasa,
menjadi kebiasaan,
komunikasi, tatap, dan temu,namun kini menjadi sesuatu yang selalu,
a k u, tunggu hadirnya.
bagaimana dengan kau?sempat padamu, segala hal menjadi candu,
warna,
dan rindu.
salah dan pantaskah aku berlakon demikian?
ketika harapan semu,
dengan berharap
kau membalikkan badanmu,
saat bangku yang bersebrangan dariku
kau duduki,
menemuiku,
untuk kembali mengulang tawa,
bersamaku.
sebentar s a j a.
namun kini hatiku menuju entah.memandangimu,
mengagumi,
dari jauh
seraya dalam hati
memberi semangat
dan seujar kalimat
"baik-baik kau, sehat dan terus kuat!"
diselipi rindu akan tatap - seyummu.
risau hati,
menampik kau memang nyatanya pergi
membiarkan punggungmu untuk dilihatkan
semakin jauh,
jauh,
dan hilang,
itulah saat tidak lagi berada disampingmu.
namun,
intuisiku mengarah padamu.aneh ya?
biarlah, ini hak otak dan hatiku.
kubiarkan mereka menikmatinya
dimana aku semakin menggebu
dalam rindu.
---baiklah, ini jadi penghujung saja di bait pilumu(ku).
semoga lekas membaik untuk kita.
agar temu, tawa, sapa, senyum,
tetap hadir.
walau dikondisimu yang berbeda nanti,kelak siapapun itu bersamamu,
yang aku tak perlu tahu itu,
aku ingin berkata:
"terimakasih telah hadir 'tuk mengobati hatinya."
----SLO,tahun sekarang. 23:08.
tertanda,
pilumu
Komentar
Posting Komentar