Tulisan Kedua di Surakarta dibulan Desember

Hallo!
Maaf ya aku sudah lama gak bersua disini.
Aku mau cerita sedikit tentang kakak tingkatku.
Panggil aja dia 'Mas'.
Jangan Abang, apalagi A'a.
Siap baca, ya? Siap!

Mata cokelat di dampingi dengan kacamata berjenis pantos,
berkumis lumayan tebal yang sudah dipangkas habis,
Jawline yang terlihat jelas. Ah, aku suka!
Rambutnya hitam lebat dan halus hampir menutupi mata,
kulitnya khas orang Jawa sekali, "sawo matang", hahaha.
Dilihat sedikit tidak banyak bicara namun senyumnya meneduhkan,
Tatapannya mantap dan tajam membuat perutku
seperti ada bunga-bunga bermekaran hebat.
huhuhu mas-mas, piye. aku kudu piyeeee
Emmm...
Gemaaaash poool!
Sudah lumayan lama ya tidak merasakan perasaan begini.
Mengasikkan.
Ah, jangan terlalu tinggi senangnya, nanti jatuh. Sakit, kan?
Kasihan hatiku, ehehe!

Percaya atau tidak,
aku saat ini sedang dekat dengan si Mas ini!
Ternyata bukan cuma suka yang menatap dari jauh.
tapi dekat dan berhasil membuat nyaman!
Sudah lebih kurang hampir satu bulan
jalin komunikasi dengan si Mas.
Masih baru sekali, ya?
Tapi tetap saja! Aku tetap aja masih gak nyangka.

Oh ya, dia suka sekali panggil aku dengan sebutan 'cantik',
katanya sih aku memang cantik. Tapi gak mau terlalu percaya ah.
Karena kalau aku percaya terus GR, proud confident dong nanti akunya.
Tapi sejujurnya, aku juga suka sih panggil Masnya 'manis'.
Kalau kalian lihat dia, pasti langsung bilang "iya ya emang bener"
hahaha...
Lalu, dia suka foto juga rupanya!
Apalagi fotoku diam-diam. how sweet he is.
Dan aku juga suka foto dia diam-diam, hehehe.
Kalau kamu mau lihat foto-fotonya, bisa diabetes.
Manis sekaliiii.
Tapi itu kalau sedang bertemu.
Beda banget ceritanya kalau gak bertemu.
Dia dingin, dia slowresp. Mungkin karena sibuklah, ya? 
Tapi kalau ada rasa ragu dan sedikit khawatir, 
wajar ga sih ya?
Harusnya aku ingat dulu ya, aku ini siapa. Jangan terlalu cepat 
begini, bukan?
Jalani dulu aja ya.
Gak usah buru-buru, ya kan hati?
"Senang boleh, tapi jangan naif juga",
kata salah satu temanku.

Benar sih, kenali dahulu.
Nanti kalau sudah benar yakin, dan siap
Baru deh hadapi pilihan-pilihan yang ada.

Kalau buru-buru, tapi nanti merasa salah pilih
yang repot bukan orang lain,
tapi diri sendiri.

Lagipula, sayangi diri sendiri aja belum becus
mau sayangi anak orang.
wuwuwu.
Mas, cuma mau bilang aja,
Aku masih harus love my self first 
tapi nanti baru bisa deh love you
hahahaha

Udah ya, sampai sini aja dulu.
Sampai ketemu dicerita random 'ku selanjutnya.
<3

-Soc, 9.08









Komentar