Dia dianku,
dian yang selalu memberi terang
saat semuanya menggelap,
saat semuanya menghilang,
saat semuanya menjauh.
Dia dian, dengan terang
yang selalu menghangatkan.
Dia dianku,
dian yang selalu membawa tawa
saat semuanya menyedihkan,
saat semuanya menjatuhkan,
saat semuanya menghancurkan.
Dia dian, dengan terang
yang selalu menghibur.
Dia dianku,
dian yang selalu menghantarkan hangat
saat semuanya menjemukan,
saat semuanya menggelisahkan,
saat semuanya mengcampahkan.
Dia dian, dengan terang
yang selalu menghangatkan.
Dia dianku,
dian yang selalu menunjukkan sederhananya
saat semuanya angkuh,
saat semuanya meninggi,
saat semuanya bersaing.
Dia dian, dengan terang
yang selalu ingat siapa dirinya.
Dia dianku,
dian yang aku sukai dalam kagum,
dian yang aku cintai dalam kasih,
dian yang aku rindukan dalam waktu.
Dia dianku,
yang berusaha dalam diam
mencintai aku dengan sederhana.
ya, dengan caranya.
Dan aku suka itu.
Dan dia dianku,
yang aku juga mencintainya
dengan cukup
dan sederhana.
Terimakasih, dian.
salam rindu,
AKU.
Komentar
Posting Komentar